dongeng sebelum tidur

Cerpen. Dongeng . Cerita Rakyat

Akhirnya Ku Menemukanmu


Tiga hari tak bertemu bagaikan setahun rasanya. Tak karuan rasa hati dan pikiran ini. Konsentrasi pikiran tak jua datang. Hati pun tak kunjung tenang. Rasa gelisah terus saja mengikuti kemana langkah ini pergi.

“Hei Mas! Jalan lihat-lihat dong.”

“Maaf,” kataku gugup setelah nyaris menabrak seorang ibu yang membawa belanjaan.

Aduh, benar-benar tak sabar rasanya ingin segera bertemu.

“Hei! Jangan melamun saat rapat. Apakah kau dengar kata-kataku barusan?”

Aku menegakkan kembali posisi duduk dan berusaha konsentrasi penuh menyimak rapat siang ini.

“Pak, Anda tampak kurang sehat hari ini.”

“Apakah Anda sudah makan?”

“Sebaiknya Anda pulang cepat.”

Berbagai teguran menerjangku hari ini. Aku melihat bayanganku di cermin. Tampak pucat dan lesu. Mataku berair. Padahal aku tidak menangis, tapi terlihat sembab di kedua mataku. Sungguh sayang, aku hanya seorang pria yang tidak mungkin berdandan dan menutupi kesuraman wajahku hari ini dengan bedak dan lipstick seperti yang dilakukan kaum wanita.

Makan di rasa tak enak padahal perut lapar tak menentu. Sungguh tersiksa diri ini rasanya. Seharian dimarahi hampir setiap orang, badan pun rasanya karuan. Ternyata begini yah rasanya bila tiga hari tak bertemu.

Aku harus bertemu.Dimanakah kamu, tunggulah aku.

Aku bergegas pulang. Setelah kuparkir mobil di depan rumah tetangga yang marah-marah, aku tak peduli. Karena setiap detik berharga bagiku. Aku langsung berlari secepatnya. Kuraih dengan gugup kunci pintu, tak sabar rasanya ingin masuk. Kubuka pintu kamar tanpa permisi.

Dan akhirnya aku menemukanmu.

Sungguh betapa aku merindukanmu.

Aku langsung menghampirimu. Kau hanya diam membisu. Aku langsung mendekapmu dan melepaskan segala rasa rindu ini. Serasa kembali lagi segala masa lalu yang telah kita lalui bersama. Hanya tiga hari tak bertemu namun sungguh tersiksa diri ini. Aku rasakan segala kelembutan dan harumnya dirimu tak jua berubah. Aku terus memeluk erat dirimu. Kusandarkankan wajahku semakin lekat denganmu. Lalu aku pun langsung terpejam. Aku rasakan segala kelembutan dirimu. Betapa nyamannya kepala ini bersandar bersamamu. Kucium dirimu. Kurasakan bau air liurku pada dirimu yang tak berubah.

Akhirnya ku menemukanmu.

Tiga hari kerja lembur;tak pulang  dan tak tidur sungguh tersiksa diri ini. Kepala pusing karena tidak tidur ditambah pikiran tak karuan dikejar-kejar deadline dan dimarahi boss yang galak. Tiga hari tanpamu seakan hidup ini akan berakhir. Makan tak enak tidur tak nyenyak.

Hanya kau lah satu-satunya di dunia ini yang mengerti aku. Hanya kau yang tak pernah mengeluh meskipun semalam penuh kuhabiskan waktu bersamamu. Hanya kau yang mampu mengobati segala perasaan ini. Hanya kau lah yang mampu mengobati rasa gelisah dan penat di hati.

Tak ada lagi yang sempurna di dunia ini selain dirimu. Yang selalu menemaniku tiap malam. Yang selalu setia menungguku meskipun selalu kulempar, kubanting atau kutendang. Tapi kau selalu kembali kepadaku. Sungguh beruntung diriku. Tak ada yang dapat menggantikanmu di dunia ini, selain dirimu wahai bantal tercinta yang selalu terkulai manis menungguku di atas kasur.

Setelah tiga hari berpisah…..,

Akhirnya ku menemukanmu. (arlin)

^_^

Jakarta, 3 Juni 2015

June 3, 2015 - Posted by | Cerpen Dewasa |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: