dongeng sebelum tidur

Cerpen. Dongeng . Cerita Rakyat

Kebiasaan Bang Raymond


Bang Raymond hanya seorang guru les untuk murid SMA. Pekerjaannya sangatlah santai dan tidak memakan waktu lama. Dalam sehari hanya berkisar 3 – 4 jam, dan seminggu hanya 3 hari dia bekerja. Dia punya waktu ekstra bekerja lebih sering hanya saat – saat menjelang ulangan umum atau ujian masuk ke perguruan tinggi. Itupun hanya memakan waktu 6 jam sehari, walaupun full seminggu penuh dikerjakan.
Tapi anehnya bang Raymond selalu terlihat sibuk dan jarang sekali terlihat santai di tempat kostnya. Biasanya saat waktunya kosong untuk mengajar dia sibuk menelpon kerabatnya – teman atau saudara – lalu tak lama setelah itu, ia langsung pergi entah kemana dengan motor kesayangannya.
Awalnya teman sekostannya tidak tahu apa yang dilakukannya. Namun akhirnya mereka tahu bahwa bang Raymond selalu menjenguk kenalannya yang sakit atau yang sudah lama tak diketahui kabarnya karena sudah ganti nomor HP atau pindah rumah ataupun karena sudah berkeluarga.
Sekilas, memang terlihat bahwa kebiasaan bang Raymond adalah kebiasaan baik. Tapi lama kelamaan justru menjadi hal yang aneh bagi orang di sekitarnya. Bayangkan saja, untuk mencari alamat temannya yang sudah pergi entah kemana dan ganti nomor HP, pasti makan waktu lama. Harus tanya dulu kesana kemari, makan waktu dan biaya untuk transportasi, belum lagi dengan penghasilannya yang tak seberapa. Setelah tahu alamatnya, bang Raymond langsung menghampiri tempatnya bila masih dalam satu kota – entah yang bersangkutan ada di tempat – atau tidak. Bila ternyata di luar kota, bang Raymond hanya menelponnya – tapi pulsanya langsung habis karena menelpon ke luar kota.
Dan apabila ternyata misi pencarian rekannya itu buntu setelah di cari kesana kemari. Dia pulang kembali ke kostan dengan tangan hampa, dan uangnya ludes untuk beli bensin. Dan fisiknyapun terasa sangat lelah. Seperti kerja percuma saja.
Teman kostannya juga menganggap bang Raymond terlalu berlebihan bila ia menjenguk kerabatnya yang sakit. Gajinya tak seberapa, tapi ia selalu membeli makanan kesukaan orang yang di tengoknya. Dan hampir semua kerabatnya – yang sakit – pasti dijenguknya – tak peduli mereka menderita sakit apa – tak ada rasa takut ketularan. Bang Raymond sering putus dengan pacarnya, karena mereka marah bang Raymond sering membatalkan janjinya dengan alasan ia menjenguk temannya yang sakit. Para mantan pacar bang Raymond selalu merasa tersisihkan karena kebiasaan bang Raymond, ia dianggap lebih mengutamakan orang yang cacar atau herpes dibandingkan pacarnya yang cantik.

Suatu hari, Roy, teman kostnya bertanya ,” Sepertinya kebiasaan abang itu terlalu berlebihan. Apakah abang tidak merasa rugi waktu dan biaya?”
“Roy, hanya ini yang bisa abang lakukan untuk beramal. Uang abang terbatas dan kebetulan abang punya banyak waktu luang. Abang bukan pengusaha sukses yang bisa jadi donatur bencana alam, membangun mesjid dan sebagainya. Lagipula abang mendapat kepuasan tersendiri bila bisa tahu bagaimana kabar teman-teman abang yang lama tak ketemu. Rasanya jauh lebih puas daripada jalan-jalan di mall, tapi barang yang kita cari tak ada….pasti rasanya bete dan juga capek Tapi kalau ketemu teman lama, mereka pasti juga senang atas kehadiran kita dan tanpa sadar kita jadi saling mendoakan. Jika abang tak bisa juga ketemu mereka, yah… abang hanya berdoa semoga keadaan mereka baik-baik saja. Sama sekali tak ada rasa sesal karena abang belum bisa ketemu mereka walau sudah dicari kesana-kemari. Bayangkan kalau kamu jalan-jalan ke mall, tidak ketemu barang yang kamu cari, rasanya pasti jauh lebih bete. Karena capek jalan-jalan, uangnya jadi habis untuk beli barang yang kita inginkan, bayar parkirnya mahal. Dan sudah se-bete itu tapi sama sekali tidak ada nilai sedekahnya untuk kamu.”
Roy tersenyum,”Apakah ini juga yang abang rasakan bila menjenguk orang sakit?”
“Ya”, sahut bang Raymond singkat.” Dan nilainya justru lebih dari itu.”
“Kenapa?”
“Karena doa orang sakit atau yang teraniaya itu termasuk doa orang-orang yang dikabulkan oleh Allah. Terima kasih yang mereka ucapkan ke kita pasti ikhlas. Selain itu kita juga bisa menghindar dari fitnah kita kepada yang sakit.”
“Maksudnya fitnah apa,bang?”
Bang Raymond diam sesaat, lalu dia menjawab dengan tenang,”Tanpa sadar kita sering bete kalau kita punya janji dengan seseorang tapi saat hari H-nya dia mendadak sakit. Sering kita berprasangka buruk kepadanya mengapa ia tidak hadir. Saat kita menelpon atau sms padanya, tapi tak ada jawaban, tanpa sadar kita semakin berprasangka buruk padanya. Kita tidak tahu persis kan keadaan dia yang sebenarnya. Apakah kondisinya buruk sehingga ia tidak sanggup mengangkat telpon? Kita tidak tahu karena kita bukan Tuhan yang Maha Tahu. Untuk menghindari fitnah itu, sebaiknya kita langsung saja menjenguknya agar kita tahu keadaan yang sebenarnya.”
“Tapi, bagaimana kalau penyakitnya itu menular?”
“Roy, menjenguk orang sakit juga ada adabnya. Kita jangan berprasangka dulu teman kita menderita sakit apa, jika kita bukanlah orang-orang berprofesi yang berhak memberi diagnosis penyakitnya. Tidak baik bila seseorang berburuk sangka karena melihat gejalanya sepintas saja…seperti bertanya-tanya ‘kenapa sih tangannya sampai mengepal keras kayak orang marah?’, ‘kenapa wajahnya seperti kupu-kupu merah?’…sedangkan mereka bukan dokter yang diberi bekal ilmu untuk hal itu…atau orang yang telah diberitahu sendiri oleh yang bersangkutan.
“Dan sungguh sangat tercela bila kita sampai membongkar obat-obat mereka tanpa izin karena begitu penasaran akan penyakitnya, atau menyelidiki rekam medisnya – tanpa izin atau urusan hukum. Itu semua sama saja dengan maling yang berlagak jadi polisi.
“Tugas kita menjenguk orang sakit adalah memberi ketenangan atau kenyamanan pada yang sakit. Ceritakan saja padanya hal-hal yang yang dia sukai atau biarkan dia bercerita apa adanya.
“Bila penyakitnya memang menular; pasti sudah ada ‘warning’ dari orang-orang yang merawatnya saat kita kesana.”
Roy termenung. Lalu dia bertanya, “ Tapi bagaimana kalau kita tak punya waktu untuk menjenguk teman-teman kita?”
“Tenang Roy…cukup doakan saja mereka. Kalau bisa telpon, katakan saja apa adanya, tidak perlu ngalor ngidul cari-cari alasan, atau kamu tidak bisa bersikap gentle untuk bicara to the point padanya…misalnya yang kamu telpon justru teman kost-nya dan berdalih kamu tak bisa nengok dengan seribu satu alasan… karena sibuk lah, karena sudah punya anak lah, karena banyak kerjaan lah…. Kamu tidak perlu sembunyi tangan seperti itu Santai saja…, kerabat kita yang baru pindah rumah atau sakit tidak terlalu mempermasalahkan jika mereka tidak dijenguk, karena urusan mereka sendiri juga sudah banyak.
“Dan satu lagi Roy…bila kita bersilaturahmi dengan menjenguk kerabat dekat kita; otomatis orang-orang disekitar kita juga mendapat impact yang baik.”
“Maksudnya?”
“Coba… kalau abang pamit mau pergi jalan-jalan ke mall atau ke Lembang… apa yang biasa teman-teman kost-an sini katakan?”
“Hhmm…yah pastinya sih minta oleh-olehnya Bang”
“Iya, kalian tidak peduli berapa isi dompet abang. Tapi kalau abang pamit untuk nengok teman, kalian otomatis bilang…’hati-hati di jalan’..’salam yah buat temennya… semoga dia cepat sembuh’. Tanpa sadar kalian ikut mendoakan teman abang; padahal kalian tidak kenal sama sekali. Dan mendokan orang lain nilainya sama dengan sedekah. Selama ini kalian melakukan banyak sedekah tanpa kalian sadari. Sedekah itu terus mengalir untuk kita, karena orang yang kita beri sedekah pasti mendoakan kita juga. Dan orang sakit termasuk orang-orang yang doanya di ijabah. Beda halnya bila kita jalan-jalan ke kafe atau bioskop; uang kita habis begitu saja tanpa kembali”
Roy tersenyum..dia merasa sangat bangga bisa sekost-an dengan bang Raymond. Ternyata selama ini ia telah ikut bersedekah walaupun ia sibuk dengan kuliahnya,
~arlene_nov’07~

November 29, 2009 - Posted by | Cerpen Dewasa | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: